Mengenal Bendungan, Bendung, dan Waduk (Bagian II)

on Senin, 08 Februari 2010


Gb. 1 Nurek Rogun Dam, Tajikistan

Jenis-Jenis Bendungan

Terbentuknya bendungan dapat disebabkan karena perantara manusia, sebab-sebab alami, atau bahkan oleh campur tangan kehidupan liar seperti berang-berang. Bendungan buatan manusia secara umum penggolongannya didasarkan pada ukuran mereka (ketinggian), penggunaan dimaksud, ataupun struktur.


Jenis Bendungan Berdasarkan Ukuran

Standar internasional mendefinisikan bendungan besar adalah bendungan yang memiliki ketinggian lebih dari 15-20 meter, sedangkan bendungan utama memiliki ketinggian lebih dari 150-250 meter. Bendungan tertinggi di dunia adalah Bendungan Nurek Rogun di Tajikistan dengan ketinggian 317 meter.

Tujuan dari pembangunan bendungan dimaksud mencakup penyediaan air untuk irigasi pertanian ataupun pasokan air untuk kebutuhan kota, meningkatkan kualitas navigasi, menciptakan penampungan air untuk memasok kebutuhan air bagi industri, menghasilkan listrik tenaga air, menciptakan are rekreasi, wilayah bagi perikanan, habitat untuk ikan dan binatang liar, menahan aliran air di musim hujan untuk mengurangi risiko banjir di hilir, ataupun untuk mencegah aliran limbah dari pabrik ataupun pertambangan untuk mengalir ke sungai.

Beberapa bendungan dapat juga berfungsi sebagai jembatan bagi pejalan kaki ataupun kendaraan di seberang sungai. Ketika penggunaan bendungan dikombinasikan dengan sumber tenaga yang sifatnya sebentar-sebentar (intermittent power source)seperti angin atau matahari, waduk dapat berfungsi sebagai tempat penyimpanan air terpompa untuk memfasilitasi pengurangan beban dasar dari jaringan tenaga listrik. Beberapa bendungan melayani semua tujuan ini tetapi beberapa bendungan serbaguna melayani lebih dari satu tujuan.

Sebuah bendungan pelana (saddle dam) adalah bendungan pembantu yang dibangun untuk membatasi waduk (kolam penampungan) yang diciptakan oleh bendungan utama baik untuk memungkinkan ketinggian air yang lebih tinggi ataupun kapasitas penyimpanan, atau untuk membatasi luasan penampungan untuk meningkatkan efisiensi. Sebuah bendungan bantu dibangun di tempat yang lebih rendah atau posisi pelana dimana dimana reservoir tersebut tidak akan melarikan diri.

Pada suatu peristiwa, sebuah reservoir dikandung oleh satu struktur serupa biasa disebut tanggul untuk mencegah penggenangan daratan terdekat. Tanggul biasanya dipakai untuk reklamasi daratan yang cocok untuk bertanam dari suatu danau yang dangkal. Ini adalah serupa dengan suatu bendungan (levee), yaitu satu tembok atau tanggul yang dibangun sepanjang suatu sungai atau aliran untuk melindungi daratan yang berdekatan dari banjir.

Suatu bendungan luapan didesain terletak di atas tingkat aliran air. Salah satu jenis bendungan ini di dunia barat adalah yang dinamakan weir (dibaca:/ˈwɪər/). Weir adalah sejenis bendungan luapan kecil yang sering dipakai pada suatu alur sungai untuk menciptakan suatu danau pengurung (impoundment lake)untuk kegunaan abstraksi air dan juga dapat dipergunakan untuk pengukuran aliran. Selain hal tersebut weir juga terhubung dengan pengunci-pengunci yang memungkinkan suatu sungai dapat dilayari dan menyediakan aliran yang tetap untuk pelayaran. Dalam hal ini, weir dibuat lebih panjang dari lebar sungai itu sendiri dengan mengambil bentuk setengah lingkaran ataupun "U" ataupun menariknya secara diagonal dibandingkan bila hanya mengambil jarak pendek dari bentuk tegak lurus lebaran sungai. Karena weir merupakan bagian dimana air sungai meluapinya, maka bentuk weir yang memanjang menjadikannya mampu menampung lebih banyak air dengan sedikit peningkatan dalam kedalaman luapan. Hal ini dilakukan untuk memperkecil fluktuasi pada kedalaman hulu sungai dengan perubahan-perubahan di tingkat aliran sungai.


Gb.2 Brownsville Weir, Texas
sumber: ourlatinamerica.blogspot.com


Gb.3 Bath's Avon Weir
sumber:http://moblog.net/view/343019/baths-avon-weir


Jenis bendungan selanjutnya adalah bendungan pengecek (check dam). Sebuah check dam adalah bendungan kecil yang didesain untuk mengurangi percepatan aliran sungai dan mengontrol laju erosi tanah. Dan sebaliknya, bendungan sayap (wing dam) adalah satu struktur yang hanya sebagian membatasi satu terusan, yang menciptakan alur yang lebih cepat yang melawan akumulasi sedimen yang terbawa aliran sungai.


Gb.4 Konstruksi Check Dam
sumber: www.alawaicanalproject.net/concepts.htm


Gb.5 Dickerson Wing Dam
sumber: http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Dickerson_Wing_Dam.jpg

Kemudian terdapat pula yang dinamakan bendungan kering (dry dam). Dry dam adalah bangunan bendung yang dibangun untuk mengontrol banjir. Biasanya tidak mengandung turbin ataupun pintu air, dan ditujukan untuk membiarkan saluran (sungai dan sebagainya) untuk mengalir dengan bebas selama kondisi normal. Pada periode dengan curah hujan tinggi yang berpotensi menimbulkan banjir, bendung ini menahan kelebihan air dan mengalirkannya secara terkontrol.


Gb.6 Luhun Reservoir, Heinan, China
sumber: http://english.cri.cn/6909/2009/02/11/45s452703.htm



Sumber:
1. http://en.wikipedia.org/wiki/Dam
2. http://www.beaudaniels-illustration.com/technical-drawing-site-2/infographic.html
3. http://www.alawaicanalproject.net/location.htm
4. http://unesco.uiah.fi/water/material/04_water_use_html
5. http://en.wikipedia.org/wiki/Weir

0 komentar:

Poskan Komentar