Mengenal Jenis-Jenis Bahan Bangunan Penyusun Pondasi

on Selasa, 23 Februari 2010

Batu Kali

Batu kali adalah bahan bangunan alami yang terbentuk dari batu beku, batu endapan, dan batu metamorphosa pada pegunungan dan sungai-sungai.

Sesuai penggunaannya, batuan ini dibedakan atas batu kali utuh/bulat, batu kali belah/pecah, batu kali lempeng/tempel, koral beton, batu karang, dan batu gosong.

Gb.1 batu kali

Tanah Urug

Tanah urug adalah material tanah yang biasa digunakan untuk mengurug ruang di bawah lantai yang dibentuk oleh susunan pondasi,untuk menutup galian, ataupun digunakan untuk meratakan bentuk muka tanah pada suatu site.

Pada umumnya jenis yang digunakan adalah tanah merah dari perbukitan, tanah lempung, tanah laterit (hitam), tanah liat, ataupun sirtu, disesuaikan dengan kebiasaan di masing-masing daerah. Tanah uruk biasa dijual dalam satuan dump truk atau bak pick up, namun dalam perhitungan RAB nantinya dikalkulasikan dalam bentuk volume meter kibik.


Gb.2 tanah urug
sumber: http://moharis2.blogspot.com/


Pasir Urug

Yang dimaksud pasir urug di sini adalah pasir yang memiliki butir-butir halus namun masih mengandung lumpur, kerikil ataupun batuan kecil dalam kadar yang cukup besar. Penjual pasir urug biasanya menjual dalam hitungan satu bak truk atau pickup, maka kita harus menghitung volume satu bak tersebut dan mencari harga pasir urug per meter kibik untuk dapat digunakan dalam analisa RAB nantinya.


Gb.3 pasir urug
sumber: http://www.pertambangan-jatim.or.id

Penggunaan pasir urug menurut Misbah el Munir ada pada tahapan sebelum pemasangan pondasi batu kali. Pasir urug setebal 5 s.d. 10 cm ditebarkan sebagai alas pondasi dilanjutkan dengan satu lapisan batu kosong sepanjang pondasi, kemudian dipadatkan.


Gb.4 penampang pasangan pasir urug pada pondasi.
sumber: http://misbah-el-munir.blogspot.com/2010/02/pasir-urug-bawah-pondasi.html

Kerikil dan Batu Pecah (untuk Beton)


Kerikil alam atau batu pecah adalah jenis batuan mineral keras yang sebagian besar butirannya berukuran 5-80 mm (agregat kasar). Besaran butiran maksimum yang dibutuhkan tergantung dari pemakaian.

Jenis mineral keras ini terdiri atas (1)kerikil biasa, (2) kerikil beton/split (1-2 mm, 3-4 mm, dan 5-7 mm), dan (3) kerikil abu/split abu/screening.


Gb.5 batu kerikil
sumber: http://narigunung.multiply.com/




Sumber:
1. Buku Pedoman Survey DKPB, 2009, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Departemen Keuangan.
2. Ahmad, Rosman. 2007. Bahan Bangunan Sebagai Dasar Pengetahuan. Banguncipta Pustaka Jakarta.
2. http://misbah-el-munir.blogspot.com/2010/02/pasir-urug-bawah-pondasi.html

1 komentar:

Tuta Rice (Bloggiest) mengatakan...

mantap :D

Poskan Komentar